Wednesday, January 18, 2012

what happen aya naon


does anybody know what happen with wikipedia.com?

captured: January 18th 2012

Sunday, January 15, 2012

Diary of Co Ass in 2011

Tulisan ini harusnya keboo posting pas 31 Desember kemarin, tapi yah apa boleh buat, ehehe… kemalasanlah yang membuatnya baru terposting sekarang, selain itu koneksi internet modem pada jelek banget, hiks….
Tahun 2011 bisa dibilang tahunnya keboo menjadi ko ass dan menyelesaikan siklus medic yang terdiri dari lab psikiatri, ikk-ikp, mata, forensik, pediatric (anak), interna (penyakit dalam), dan radiologi. Dan semuanya tepat berakhir tanggal 31 Desember 2011..
Menjadi co ass -atau yang nama kerennya dokter muda- memang tidak mudah. Banyak cerita baik suka maupun duka, baik menyenangkan maupun menjengkelkan. Bahkan sampai suatu titik keboo dan teman-teman sering bergumam “kenapa dulu kite mau jadi dokter yeee?”. Karena sejujurnya kehidupan per-co ass-an kadang terasa seperti hidup sebagai… ya sudahlah…
Keboo pernah sakit hati waktu keboo mendengar petugas RS yang bicara seperti ini tepat di depan keboo yang sedang jaga di sebuah sal.

petugas1 : “aduh, masa aku harus bolak-balik ke lab buat nganter darah lagi sih?!”
petugas2 : “ngapain susah-susah, ada co ass kenapa nggak dimanfaatin? Mereka aja suruh anter ke depan”
Keboo (dalam hati): “lu kira gue babu lu?!”

Sejujurnya kalaupun mereka mau meminta co ass nganter apapun, keboo nggak akan sakit hati malah dengan senang akan membantu asal memintanya dengan sopan, misalnya ditunjukkan dengan nada meminta tolong atau ada kata 'tolong'nya, atau setidaknya meminta dengan tersenyum. Tahu kan, bahasa tubuh yang baik. Tapi yang selama ini keboo rasakan hanya dengan nada tidak ramah, sok nyonya besar kepada pembantunya, tanpa kata ‘tolong’ maupun ‘terima kasih’, bahkan sering tanpa kontak mata.
*****
Pernah keboo waktu di UGD, karena kasian sama pasien(kakek-kakek) yang sedang terkulai lemas, ingin pipis di toilet, namun penunggunya hanya nenek-nenek lemah juga. Pasien ini tidak bisa kencing dengan pisspot, jadi ia benar-benar ingin pipis di toilet. Nenek-nenek pengantar meminta keboo untuk memapah pasien ke toilet, tapi kakek-kakek itu sangat besar, berat, dan tidak stabil bahkanuntuk berdiri sebentar. Keboo yang kurus gini jelas nggak sanggup memapah sendiri, bisa-bisa kami berdua jatuh bersama di toilet. Maka keboo meminta tolong ke seorang petugas bagaimana sebaiknya mengantar pasien ini.

Keboo: “mbok, pasiennya tetep pingin pipis ke pisspot, bla bla bla”
Petugas: “saya mesti ngurus pasien ini, belum ini itu, nananana. Anterin aja sendiri” (dengan nada marah-marah)
Keboo: “mbok kira saya nggak punya kerjaan lain? Saya juga mesti follow up pasien yang ini, belum masang infuse, belum ambil darah!” (nggak kalah garang, abisnya bikin emosi jiwa banget)
Akhirnya mbok-nya melunak…. mungkin dia lagi mens, ihihihi...

Tapi hanya secuil petugas aja yang nyebelinnya kayak gitu, sebagian besar baik-baik kok.. bahkan nggak sedikit yang sering belain atau mengajarkan kami teknik-teknik praktis.
Ini foto-foto keboo dan teman-teman selama per co ass-an di siklus medik…


PSIKIATRI:
Di sini pertama kalinya keboo berhubungan dengan yang namanya orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, baik itu depresi, cemas, somatisasi, sampai psikosis. believe me this is one of unforgettable moments, terutama waktu kami ditempatkan di RSJ Bali di Bangli.

IKK-IKP
Di lab ini kami dituntun membuat penelitian seputar masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. Kami dikirim ke Puskesmas untuk mengetahui bagaimana sistem kerja unit kesehatan ini, dan tentunya merupaka salah satu lab yang juga menambah direktori jalan-jalan keboo, ehehehe... secara keboo ditempatkan di Puskesmas 1 Ubud bersama 2 laki-laki paling kanan.

MATA


FORENSIK
4n6 dipakai co ass untuk menuliskan forensik secara singkat secara tidak resmi. Pasti semua udah tahu ini lab untuk apa. Yep, untuk segala sesuatu tentang jenazah dan kepolisian. Materi pembelajaranpun banyak yang membahas soal undan-undang, termasuk overspell atau perzinahan. di foto pertama menunjukkan 2 orang pucat saat otopsi =.=")

PEDIATRI
Lab ini terkenal berat, tapi karena angkatan keboo masuknya keroyokan (liat aja co ass di foto ini) segala sesuatunya terasa lebih asik.. ^^

INTERNA:
selama 10 minggu dengan personil yang tidak banyak, lab ini sungguh sesuatu banget. ^.^

RADIOLOGI:
Lab ini sering disebut sebagai "dunia hitam-putih" karena kelainan biasanya terlihat akibat penampakannya yang lebih gelap (radiolusen) atau lebih putih (radioopak) dari yang seharusnya, sehingga keboo sering bingung yang mana foto thorax normal yang mana yang enggak, mungkin memang perlu melihat foto lebih sering lagi =.= Lab ini juga mengajarkan keboo untuk melihat sesuatu secara teliti, sangat teliti.

demikian perjalanan co ass keboo bersama teman-teman di siklus medik.
funfact: hampir di setiap akhir lab, kami meraykannya dengan karaoke bersama, ^^

Sunday, July 17, 2011

Alisku Sayang

Banyak mitos yang beredar di masyarakat seputar alis. Seperti makin tebal alis seseorang, makin banyak rejekinya. Jujur keboo kurang percaya sama mitos macam ini, karena sudah banyak keboo lihat orang-orang beralis tebal namun berpenghasilan kurang. Dan lagi laki-laki kan cenderung beralis tebal, yah paling tidak lebih tebal dari perempuan lah, masa dengan begitu rejeki laki-laki lebih besar dari perempuan?! Ya nggak terima donk! (sok feminist)

Selain itu ada juga mitos yang keboo denger kalo alis seseorang yang hampir menyatu artinya orang itu bisa melihat makhluk-makhluk dari dimensi lain. keboo-pun nggak percaya sama yang ini, soalnya keboo punya temen yang alisnya udah nyatu tapi sama sekali nggak punya kemampuan indera ke-6 tuh.

Dari sekian banyak mitos seputar alis, keboo paling nggak percaya sama yang ini:
Suatu hari, entah hari apa keboo juga udah lupa. Ncenk menatap (duh bahasanya ‘menatap’) keboo dengan seksama, awalnya ge er juga.

Duh akhirnya dia menyadari kecantikankuuu *muntah

Tapi lama-lama kok risih juga, lagian dia natapnya sambil senyum-senyum nahan ketawa, bĂȘte deh!

“Kenapa? Ada kotoran di mukaku?”
“Enggak..”
“Trus kok ngeliatin mulu?!”
“Kalo diperhatiin, alismu itu letaknya berjauhan ya? Hahahahaha…”
“EH?! Masa sih?? Trus kenapa mangnya?”
“Iya, orang yang alisnya jauhan kan artinya orang bodoh!”
“Siapa bilang, hah?!”
“Iya, aku simpulin sendiri. Nih coba liat alisku, deket kan?! Itu artinya aku pinter. Lha kamu jauh begitu, hahahahha……”
“Ah enggak jauh kok!” langsung grasa grusu liat cermin.
“Tuh kan, jauh. Hahahaha… dasar emang kamu bodo… hahahaaha…”
“grrrr….. apaan tu?! Teori aneh yang nggak valid! Cewek banyakan yang alisnya jauh tau! Masa artinya semua cewek itu bodoh?!”

Akhirnya teori jarak alis = tingkat kepintaran seseorang masih jadi perdebatan antara prof. keboo dan Ncenk.
******
Btw, bukan itu yang maunya keboo certain tentang alis. Masih inget kan keinginan keboo untuk tampil cantik layaknya perempuan lain?! Nah, dari dulu keboo berkeinginan untuk membentuk alis keboo jadi lebih rapi. Karena selama ini alis keboo tuh berantakan, dengan beberapa rambut yang mencuat dan susah diarahkan. Sebenarnya bentuk dasarnya udah lumayan bagus, cuman banyak anak alis (rambut kecil-kecil) yang tumbuh di bawah alis, ditambah lagi dengan kekurangsimetrisan antara alis kanan dan kiri. Jadi dengan membentuknya keboo harapkan bisa setidaknya merapikan penampilan alis keboo yang penampakannya kayak alisnya shin chan ini.
Dan setelah pengamatan selama 1 tahun terhadap teman-teman keboo, beberapa diantaranya terlihat memiliki alis yang rapi, bebas dari anak alis dengan bentuk yang melengkung indah. Kyaaa,,, keboo jatuh cinta! Keboo pun sempat bertanya bagaimana cara mereka membentuk alisnya dan terutama teknik mencabut alis yang baik dan benar. Ada yang menjawab kalo dia nggak membentuknya tapi hanya mencabuti anak alis. Sedang yang lain mengatakan kalo mereka mendapat bentuk alis seperti itu saat tampil menari Bali atau upacara adat Bali lainnya, dimana ada penata rias yang sudah membentuk alis mereka seperti itu. Jadi, sekarang tinggal mencabut alis yang baru tumbuh saja. Duh enaknyaa.. tapi semua menjawab kalo mereka mencabut begitu saja alisnya.

“Tinggal cabut aja, ve. Tek tek tek gitu…”, rata-rata mereka jawab kayak gini sambil memperagakan gerakan cabut alisnya.
“Tapi kan, sakit…”
“Pertamanya emang sakit, tapi lama-lama nggak sakit kok. Kalo mau, sebelum dicabut ditempelin es biar gak sakit.”

Duh, jadi ragu juga nih mau nyabut alis. Tapi berpaling ke teknologi lain juga berisiko. Keboo pernah tahu teknologi mentato alis yang dulu sempet ngetrend tahun 90-an. Tapi menurut keboo hasilnya terlihat sangat tidak alami, meskipun bentuknya bisa dibuat sesuai keinginan. Pernah juga keboo baca soal menyulam alis, dan walaupun katanya bagus, keboo nggak tertarik karena pasti mahal dan lagipula keboo takut jarum. Hyiiii…. Ada juga orang yang menguris alisnya sampai tipis sekali dan end up terlihat lebih tua dari umur sebenarnya. Maka dari itu keboo memendam keinginan untuk membentuk alis, sampai akhirnya keboo beli buku kecantikan itu, hehehe…

Setelah keboo bolak-balik beberapa halaman bukunya, keboo temukan halaman yang memuat tentang alis dan bentuk alis yang ideal. Selain itu, keboo juga search di internet tentang cara merapikan alis. Tapi tetep keboo masih sangat takut merasakan sakitnya nyabut alis. Makanya keboo langsung cus nyari alat kuris alis, karena menurut keboo nyabutbulu kaki lebih sakit daripada mengurisnya. Setelah keboo coba, ternyata nguris alis tu nggak segampang nguris bulu kaki! Meskipun kurisan udah lewat, tapi nggak ada sehelai alispun yang jatuh, malah sakit yang didapat. Gimana nih? Mana nggak ada orang yang bisa keboo tanya soal cara nguris alis pula! Pada akhirnya keboo harus menyerah dan tunduk pada cara tradisional: mencabutnya satu per satu.

Setelah beberapa bulan mengumpulkan tekad dan keberanian nyabut alis, akhirnya keboo beli pinset alis dan mencobanya. Alamaaaakkk… nyabut alis satu biji tu sakitnya ampe bikin nangis. Hiks… tapi dengan tekad yang luar biasa kecil, keboo berhasil nyabut anak alis. *bangga. Yah walaupun hanya merapikan anak alis dengan yang keboo namakan sebagai teknik cabut serampangan, keboo sudah puas, karena berhasil mengalahkan rasa takut dan menjawab rasa penasaran. Selain itu, alis keboo makin rapi, yay…..

Beberapa hari setelahnya, waktu ketemu Ncenk:
“De, liat deh alisku!!!” ngangkat poni dengan bangga.
“Kenapa?”
“Ada yang berubah nggak?”, harap-harap cemas
“Nggak, masih tetep jauh! Hahaha…”
“….”,ngambek

PS: keboo nggak nguris bulu kaki, serius! ? --> nggak penting
PSS: ini gambar cara menentukan bentuk alis yang bagus, liat garis-garisnya, ngerti kan? yah walopun keboo nggak pake cara ribet ini, tapi buat temen-temen yang ingin mencoba, sapa tau berguna.. :-)
Related Posts with Thumbnails