Pasti tahu dong acara Take A Celebrity Out!! Mungkin juga temen-temen nonton acara ini semalam (15 februari 2010). Acara yang bisa keboo bilang turunan dari Take Me Out ini, menampilkan selebriti single untuk bermain mencari pasangan di sana. Menariknya, para peserta lebih ekspresif sehingga greget acara ini lebih bikin gregetan. Maksudnya komentar-komentar yang dilempar peserta itu bisa bikin ketawa geli atau juga kesal sendiri. (ya nggak?! Keboo aja ampe bilang,”duh, kejamnya..” atau, “Sok cantik banget baru dia cantik! keboo yang sok cantik aja nggak gitu!" hehe..)
Kemarin aja keboo ketawa nggak karuan karena munculnya Ki Daus di sana. Lucu aja liat salah tingkahnya digodain perempuan cantik dan seksi. Hehe.. tapi jangan salah, dia dapet pasangan juga lho… usia tidak menutup jalan jodohmu.. hoho…
gambar dicopet sembarangan dari blog orang, hehe.. maaf..
Tapi kisah Ki Daus bukanlah hal yang pengen keboo bahas di tulisann ini, melainkan mengenai pertanyaan akhir salah satu peserta: Rizal Gibran kepada dua perempuan yang masih menyalakan lampu untuknya. Pertanyaan ini menarik keboo, karena kalimat awal pertanyaannya menyinggung matematika dan ilmiah. Keboo is not a big fan of math and science.
Wah sejak kapan,boo?? Perasaan kamu sukanya ilmu pertanian, persalinan, perkelahian, sampe persantet-susukan. Kok tumben?
Iya dong, kita kan harus memperlebar sayap di kancah persaingan global memperebutkan pasar yang semakin berat apalagi dengan diterimanya perjanjian perdagangan bebas dengan China yang harga produknya murah bukan main walaupun kualitasnya belum pasti tapi sangat laku di Indonesia. Cotto matte kudasai... Hiihaahiiiihaaahhh... nappppash dhulu..
Nah, si bang Rizal ngasi pertanyaan yang kurang-lebihnya mohon dimaafkan seperti ini:
Ada tiga orang yang pengen patungan beli kambing. Mereka tahunya harga kambing adalah 75.000, sehingga mereka patungan masing-masing 25.000. Lalu dimintalah seorang calo untuk pergi ke pasar membelikan mereka kambing. Sampai di pasar, ternyata harga kambing adalah 70.000, sehingga ada sisa sebanyak 5.000 rupiah.
Sekembalinya dari pasar, dibagikanlah uang tadi masing-masing 1.000 kepada ketiga orang itu dan 2.000 masih di kantong calo. Sehingga masing-masing dari mereka menyumbang sebesar 24.000, dan kalo ditotal 72.000 (24ribu x 3). Di lihat selisihnya ada 3.000 (75ribu – 72ribu), sedang yang di kantong calo ada 2.000. Ke manakah yang 3.000 itu??
Serius, awalnya keboo bingung, masa dalam praktek matematika ada korupsinya??
Namun berpegang teguh bahwa matematika sederhana pasti punya penjelasan, keboo berpikir sesaat dan sadar kalo tu uang nggak ada yang hilang sepeserpun! Si calo jujur amat yak?! Kalo keboo mungkin sudah keboo.............. pake bayar parkir tuh uang, Hehe..
Tapi ada hal yang bikin keboo nggak puas. Yep, jawaban bang Rizal mengenai pertanyaan itu ketika ditanya balik oleh Bli Coki keren sekali. Abang Rizal jawab, kalo ilmu pasti tidak bisa menjelaskan segalanya. Pertanyaan itu sebenarnya ditujukan untuk orang yang mengilmupastikan segalanya termasuk Tuhan. Ilmu pasti bisa nggak pasti, yang pasti itu adalah ilmu Tuhan.
Apakah itu bisa dibilang sebuah jawaban untuk pertanyaan tadi?
Oke, keboo setuju, sebagi umat beragama yang percaya Tuhan, keboo juga setuju Tuhan adalah segalanya (bagi keboo). Keboo juga setuju ilmu pasti nggak bisa menjelaskan segalanya. Contoh santet, ilmu gaib, ilmu hitam, susuk, dsb, sains belum bisa menjelaskannya, apalagi Tuhan, ilmu pasti mana yang bisa memberi definisi Tuhan??! Kalo ada udah keboo seruduk! Tapi buat pertanyaan hitungan tadi, apa abang menjawabnya?
Tidak! (kasihan Bli Coki mukanya bingung.. hehe)
gambar dicopet sembaranganlagi.. maaf..
Kalo penasaran sama jawabannya ini dia... Uang itu nggak ada yang hilang, ditilep, apalagi dikorupsi oleh si calo. Memang mereka menyumbang masing-masing 24 ribu sehingga totalnya 72 ribu. Yang 70 ribu buat beli kambing, yang 2 ribu ada di kantongnya si calo. Nah yang 3 ribu kan udah dibagiin ke mereka bertiga. Jadi itu adalah trik mempermainkan otak dengan kata-kata.
Ada lagi nih contoh lain yang bikin sebel karena keboo nggak bisa jawab abisnya Icha (temen SGD) bacanya kecepetan jadinya bingung mau jawab apa (halah banyak alasan! Bilang aja emang kamu oon, Boo).
Kalo nggak salah kayak gini...
Pertanyaan ini telah diberikan kepada 10 orang karyawan dan hanya 2 orang yang bisa menjawab, ke 10 orang mahasiswa dan hanya 4 orang yang bisa menjawab. Ke 10 orang siswa SD dan 8 orang yang bisa menjawab.
Pertanyaanya begini:
Suatu hari Andi pergi bersama ayahnya. Ayah dan Andi pergi mengendarai mobil. Sampai di rel kereta api, mobil ayah mati. Datanglah kereta dari sisi sang ayah. Dan kereta menabrak mobil mereka dengan keras. Sang ayah meninggal di tempat dan Andi dilarikan ke rumah sakit. Sampai di RS dokter pemeriksa datang dan melihat Andi lalu berkata, “Lho, ini kan anak saya!!”
Pertanyaannya : siapakah si dokter itu??