Pengalaman soal berbahasa inggris ria saat kelas 4 SD tidak membuat saya jera! Yeah.. sok tahu is the best-lah!

Iya, kedodolan itu berlanjut sampai kelas 1 SMP. Waktu itu adalah kali pertama kelas keboo mendapat pelajaran bahasa inggris sebagai freshman di SMP. Sebagai pengisi pelajaran, tentu saja guru bahasa inggris mengajak kami untuk berkenalan.
”Hello class, good afternoon! May I introduce myself?”, sapa si ibu guru.
“…”, kelas sepi. Hanya beberapa siswa saja yang berbisik menjawab, masih malu-malu-mau rupanya, sedang sebagian besar dari kami melongo dengan muka bego.
“Tadi ibu tanya bolehkah ibu memperkenalkan diri?”
”ooooowwwhhh....”, baru deh secercah sinar ’saya ngerti’ muncul di jidat masing-masing.
”Jadi, kalo ibu boleh memperkenalkan diri, kalian jawabnya,’Yes, you may!’, mengerti?”
”Iyaaaaaa”
”Kita ulang ya.. Hello class, good afternoon! May I introduce myself?”
”Yeeeessss... yu maaayyy”, sahut kelas bersamaan.
Setelah si ibu guru memperkenalkan diri, dia pun mulai menanyai beberapa murid tentang nama dan sebagainya secara acak, tentu saja dalam bahasa inggris.
”You, (sambil nunjuk salah satu murid), What is your name?” todong ibu guru.
“emm… my name is blabiblubleblo”, jawab murid yang ditunjuk.
Setelah beberapa murid berhasil menjawab pertanyaan soal nama mereka, si ibu guru pun mengganti pertanyaan seperti alamat, umur, dan dari SD mana.
“Okay, you! Are you a male or female?”, todong ibu guru ke Gusti, salah satu teman keboo.
“I am a male”, jawabnya lancar.
“Yup, good”
Keboo sebenarnya nggak ngerti apa yang ibu guru tanyakan ke Gusti. Mail? Fimail? Apaan tuh? Keboo belon pernah denger kata seperti itu. Belum sempat keboo bertanya ke teman sebelah keboo, secara tidak sengaja keboo dan ibu guru bertemu pandang dan…
“And then you! Beautiful girl there”, todong ibu guru ke keboo… “Are you a male or female?”
Buju buneng…. Kok pertanyaannya sama kayak tadi sih? Apaan tuh mail sama fimail? Gimana ini???!!!!
”mmmmm....”
”So you are???”, todong ibu guru lagi.
S.O.S!! siapa saja tolong…. Keboo pandangin temen-temen sekitar keboo. Banyak yang bertampang, ”Aku juga nggak tahu”. Beberapa bertampang kosong dan datar. Oh, man?! Why should be me yang ditanyai pertanyaan brekele gini?! Kenapa harus saya?! Kenapa??? (kenapa… kenapa.. kenapa.. *efek bergema biar lebih dramatis)
“mmm… I am….”, keboo ngulur waktu, berharap seseorang membisikkan keboo jawabannya, tapi hening. Tak ada satupun yang membantu… huhuhu…
Oke otak, mari kita bekerja! Kalo tadi si Gusti jawab dia adalah si “male”, jadi keboo adalah….

“MALE! I am a male!”, *gubrakkkkk
Ziiiinnnngggg….
Untuk beberapa saat kelas hening. Tidak ada tanda-tanda jawaban keboo ini salah atau benar.
Keboo pandangi orang-orang di sekitar keboo, beberapa tersenyum geli, yang lainnya menahan ketawa. Oh no!!!!! Apa tadi keboo salah jawab?!
Keboo pandangi ibu guru, beliau pun tersenyum dan sedikit menahan tawa.
”No, you are not a male.. You are a female.. ibu tadi bertanya kamu ini laki-laki atau perempuan. Male itu laki-laki, female itu perempuan. Jadi kamu seharusnya menjawab FEMALE bukan MALE..”.
Hahahahahahahhahahaha…. Baru pecah ketawaan mereka-mereka yang sedari tadi berpura-pura nggak tahu male dan female. Oh damned! Maluuuuu…
Sejak saat itu keboo punya jurus jitu biar nggak ditanyai macem-macem oleh pengajar: menghindari bertatapan langsung dengan guru atau dosen saat mereka nodong pertanyaan. Bisa-bisa kena tunjuk lagi… huhuhu… ^^Malemnya saya belajar keras…..



